NIM (K7119273) Wahyu Nur A’ini Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Latar Belakang
Sebagaimana diketahui bahwa sumber dari sumber-sumber(resources) yang ada dalam manajemen, keberadaan SDM dalam manajemen sungguh sangat strategis bahkan merupakan kunci untuk keberhasilan manajemen dalam rangka pelaksanaan berbagai aktivitas untuk mencapai tujuan sebagaimana ditetapkan. Hal ini dapat dimaklumi karena betapapun ketersediaan dan kelengkapan sumber-sumber lainnya hanya dapat bermanfaat, apabila sumber-sumber tersebut diberdayakan oleh Sumber Daya Manusia yang tepat dan handal. Oleh karena itu tidak mustahil bahwa usaha pencapaian tujuan organisasi menjadi tidak efisien dan tidak efektif karena daya dalam Sumber Daya Manusia tidak menunjukkan dan tidak menggambarkan sebagaimana diharapkan. Artinya daya yang bersumber dari manusia berupa tenaga atau kekuatan yang ada pada diri manusia itu sendiri tidak mampu memberdayakan sumber-sumber lainnya (Non Human Resources) sehingga tidak memberi manfaat/ hasil dalam suatu organisasi.
Berkaitan dengan hal tersebut, maka tujuan Pemberdayaan SDM adalah terwujudnya SDM yang mempunyai/memiliki kemampuan (competency) yang kondusif, adanya wewenang (authority) yang jelas dan dipercayai serta adanya tanggungjawab (responsibility) yang akuntabel dalam rangka pelaksanaan misi organisasi.
Tujuan Artikel Ilmiah
Adapun tujuan dari penulisan artikel tersebut, yaitu :
Mengetahui pentingnya pemberdayaan SDM dari adanya proses transformasi digital 4.0
Mengetahui sikap dalam menghadapi transformasi pada era digital 4.0
Pembahasan
Sumber Daya Manusia dalamorganisasi sangat strategis dan menentukan, bahkan keberhasilanorganisasi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan justru ditentukanoleh faktor sumber daya manusianya. Oleh karena itu sumber dayamanusia selaku pegawai yang tidak memberi “Daya” adalah tidakdikategorikan sebagai sumber daya manusia dalam suatu organisasi.Sehubungan dengan itu, maka aspek-aspek atau komponen-komponenyang perlu mendapat perhatian dalam rangkapemberdayaan sumber daya manusia adalah:
a. Kemampuan (competency) pegawai meliputi: pengetahuan(knowledge), keterampilan (skill) dan sikap atau perilaku(attitude);
b. Penempatan pegawai yang sesuai dengan tuntutan kebutuhanjabatan datam suatu organisasi, artinya, pegawai yangditempatkan dalam suatu jabatan senantiasa dikaitkan dengankemampuan yang dimiliki oleh pegawai yang bersangkutan(the Right men in the Right place);
c. Kewenangan yang jelas, artinya seseorang pegawai yangditempatkan atau yang diserahi tugas, harus jelaskewenangannya. Karena seseorang yang tidak jelaskewenangannya akan menimbulkan keragu-raguan dalamsetiap melakukan kegiatan. Apabila demikian halnya, makapegawai (SDM) tersebut kurang berdaya atau tidak efektifdidalam melaksanakan tugas-tugasnya;
d. Tanggungjawab pegawai yang jelas, artinya seseorang atau pegawai melakukan tugas atau wewenangnya, senantiasadiikuti dengan tanggungjawab. Karena dengan demikianlahsi pegawai tersebut senantiasa dituntut bertindak menampilkanyang terbaik dalam arti secara efektif dan efisien.
e. Kepercayaan terhadap pegawai yang bersangkutan, artinyabahwa seseorang pegawai yang ditugasi atau diserahkanwewenang dengan pertimbangan yang matang dari berbagaiaspek-aspek yang pada hakekatnya dapat disimpulkan bahwayang bersangkutan adalah dipercayai atau diberi kepercayaansepenuhnya untuk mengemban tugas, wewenang dimaksud.
f. Dukungan terhadap pegawai yang bersangkutan, artinyapegawai tersebut kita yakini dan percayai untuk mengembanmisi organisasi. Dalam hal memerlukan dukungan dari pihaklain senantiasa dapat memberi dukungan untuk keberhasilanmisi dan peningkatan kinerja organisasi. Dukungan dimaksudbaik dari pihak pimpinan maupun pihak-pihak lainnya;
g. Kepemimpinan (leadership) adalah kegiatan mempengaruhiorang-orang agar mereka mau bekerja sama untuk mencapaitujuan yang diinginkan. Dengan kepemimpinan sebagaimanadimaksud akan menggambarkan:kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok serta kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atauorang lain untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.
h. Motivasi, merupakan semua kekuatan yang ada dalam diriseseorang yang memberi daya, memberi arah dan memeliharatingkah laku. Dalam kehidupan sehari-hari, motivasi diartikansebagai keseluruhan proses pemberian dorongan ataurangsangan kepada para karyawan (pegawai) sehingga mereka bersedia bekerja dengan rela tanpa dipaksa. Dengandemikian bahwa pemberian motivasi merupakan hal yangsangat penting terhadap sumber daya manusia, agar merekatetap dan mau melaksanakan pekerjaan (misi) organisasisesuai dengan kemampuan yang mereka miliki dengan ikhlas dan sepenuh hati.
FISIP UNS mengadakan pelatihan dan motivasi Transformasi di era digital 4.0 dan Rejuvenasi Leading The Future Society. Selaku keynote speaker, Rektor UNS menyampaikan kunci sukses dalam mencapai suatu tujuan yaitu harus berani keluar dari zona nyaman. Karena dalam posisi nyaman ini tidak akan memberikan kesempatan apa-apa untuk menjadi sukses. Suka atau tidak, setiap orang harus beradaptasi dengan berbagai bentuk perubahan yang ada, sehingga dengan mudah bisa berinteraksi dan memastikan bisnis dan pekerjaan agar tidak tenggelam oleh inovasi-inovasi perubahan yang dilakukan orang lain.
Prof. Jamal Wiwoho menambahkan 7 (tujuh) nilai yang dapat ditransformasikan bagi para kesatria FISIP UNS melalui budaya bangsa Jepang dalam menjalankan Bushido yaitu (1) Gi artinya tepat dalam mengambil keputusan yang didasarkan pada prinsip kebenaran; (2) Yu artinya berani berubah menjadi pribadi yang lebih baik, inisiatif, berani memanfaatkan peluang dan mampu mengerjakan sesuatu dengan cara yang berbeda, dan pantang menyerah; (3) Jin (kebaikan) yaitu memiliki rasa murah hati dan mencintai serta tidak menganggap remeh orang lain; (4) Rei (kehormatan) artinya sopan santun dan bertindak benar; (5) Makoto yaitu tulus setulusnya serta sungguh-sungguh tanpa pamrih; (6) Meiyo (menjaga kehormatan martabat dan kemuliaan), yaitu tahu sepenuhnya cara menepati janji hal demi menjaga kehormatan dan kemuliaan; dan yang terakhir (7) Chugo (Loyalitas) yang ditandai dengan kesetiaan yang merupakan bentuk pengabdian kepada Lembaga tempat seseorang bekerja. (Maryani FISIP UNS)
(https://fisip.uns.ac.id/2020/01/29/pelatihan-dan-motivasi-transformasi-sdm-fisip-uns-di-era-digital-4-0-serta-rejuvenasi-dna-leading-the-future-society/)
Kesimpulan
Menteri riset teknologi, dan pendidikan tinggi Mohammad Natsir industri 4.0 membutuhkan mahasiswa adaptif, terutama terhadap kemungkinan mesin menggantikan pekerjaan lulusan perguruan tinggi, terutama lulusan politeknik.
Oleh sebab itu mahasiswa harus dididik dengan pengetahuan yang belum bisa dilakukan oleh mesin atau kecerdasan buatan, sehingga kita tidak tergantikan oleh mesin buatan. Namun sedikit mustahil untuk melakukan itu semua, karena mesin bisa mengingat lebih baik dari pada kita, menghitung lebih cepat dari pada kita, mesin tak pernah marah, dan selalu melakukan pekerjaan lebih baik dari pada kita. Jadi kalau kita ingin bersaing dengan mesin sedikit sekali peluang kita untuk menang.
Jadi bagaimana kita sebagai mahasiswa bisa bersaing dengan mesin? Saya pikir kita harus belajar tentang budaya, nilai, inilah hal-hal di mana mahasiswa saat ini bisa menang melawan mesin. Dan di dunia pendidikan ada dua hal yang harus ada di kampus yaitu imajinasi dan kreativitas. Dan juga pendidikan di era ini harus memberikan penekanan pada penguasaan cara belajar dari pada sekedar banyak tahu, karena banyak tahu bukan lagi keistimewaan saat ini.
Untuk itu setiap universitas yang ada di Indonesia harus memikirkan strategi baru dalam mengelola kampus dan harus mempersiapkan diri untuk menjadi produsen penghasil sarjana yang siap berkembang. Agar mahasiswa setelah lulus nanti tidak hanya berjuang mendapatkan pekerjaan namun cenderung berusaha menciptakan dan tentu dengan demikian lapangan kerja, baik untuk dirinya maupun juga untuk orang lain.
Sumber artikel UNS yang direview :
- (https://fisip.uns.ac.id/2020/01/29/pelatihan-dan-motivasi-transformasi-sdm-fisip-uns-di-era-digital-4-0-serta-rejuvenasi-dna-leading-the-future-society/)
- (https://fisip.uns.ac.id/2020/01/29/pelatihan-dan-motivasi-transformasi-sdm-fisip-uns-di-era-digital-4-0-serta-rejuvenasi-dna-leading-the-future-society/)
- (https://fisip.uns.ac.id/2020/01/29/pelatihan-dan-motivasi-transformasi-sdm-fisip-uns-di-era-digital-4-0-serta-rejuvenasi-dna-leading-the-future-society/)
- (https://fisip.uns.ac.id/2020/01/29/pelatihan-dan-motivasi-transformasi-sdm-fisip-uns-di-era-digital-4-0-serta-rejuvenasi-dna-leading-the-future-society/)